Konsep penilaian AUD
A.
Konsep Penilaian
Penilaian (assessment) adalah penerapan berbagai cara dan penggunaan
beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh mana hasil
belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian kemampuan)
peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau
prestasi belajar seorang peserta didik.Hasil penilaian dapat berupa nilai
kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif (berupa
angka). Pengukuran berhubungan dengan proses pencarian atau penentuan nilai
kuantitatif tersebut.
Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempermasalahkan,
bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah
dilakukan. Pengajar harus mengetahui sejauh mana pebelajar (learner) telah mengerti bahan yang
telah diajarkan atau sejauh mana tujuan/kompetensi dari kegiatan pembelajaran
yang dikelola dapat dicapai. Tingkat pencapaian kompetensi atau tujuan
instruksional dari kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan itu dapat dinyatakan
dengan nilai.
B.
Konsep Pengukuran
Pengukuran adalah penentuan besaran,
dimensi, atau kapasitas, biasanya terhadap
suatu standar atau satuan
pengukuran. Pengukuran tidak hanya terbatas pada kuantitas
fisik, tetapi juga dapat diperluas untuk mengukur hampir semua benda yang
bisa dibayangkan, seperti tingkat ketidakpastian,
atau kepercayaan
konsumen.
Pengukuran
adalah proses pemberian angka-angka atau label kepada unit analisis untuk
merepresentasikan atribut-atribut konsep. Proses ini seharusnya cukup
dimengerti orang walau misalnya definisinya tidak dimengerti. Hal ini karena
antara lain kita sering kali melakukan pengukuran.
C.
Konsep Evaluasi
Menurut Stufflebeam, dkk (1971) mendefinisikan evaluasi
sebagai “The process of delineating, obtaining,
and providing useful information for judging decision alternatives”. Artinya evaluasi merupakan proses menggambarkan, memperoleh, dan
menyajikan informasi yang berguna untuk merumuskan suatu alternatif keputusan. Evaluasi adalah
kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih besifat kuantitatif, sedangkan
menilai lebih bersifat kualitatif.
Viviane dan Gilbert de Lansheere (1984) menyatakan bahwa
evaluasi adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah
sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya
dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Terlihat disana bahwa acuan tes
adalah tujuan pembelajaran.
D.
Pengertian Penilaian, Pengukuran dan Evaluasi
1.
Penilaian
Penilaian dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah
Assessment yang berarti menilai sesuatu. Menilai itu sendiri bararti
mengambil keputusan terhadap sesuatu dengan mengacu pada ukuran tertentu
seperti menilai baik atau buruk, sehat atau sakit, pandai atau bodoh, tinggi
atau rendah, dan sebagainya (Djaali & Pudji Muljono, 2007).
Istilah asesmen (assessment) diartikan oleh Stiggins (1994)
sebagai penilaian proses, kemajuan, dan hasil belajar siswa (outcomes).
Sementara itu asesmen diartikan oleh Kumano (2001) sebagai “ The process of
Collecting data which shows the development of learning”.
Menurut Endang Purwanti (2008: 3) Secara umum, asesment
dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun
yang dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa baik yang
menyangkut kurikulumnya, program pembelajarannya, iklim sekolah maupun
kebijakan-kebijakan sekolah.
Pendapat yang serupa juga disampaikan oleh Akhmad sudrajat
(2008) Penilaian atau asesment adalah penerapan berbagai cara dan
penggunaan beragam alat penilaian untuk memperoleh informasi tentang sejauh
mana hasil belajar peserta didik atau ketercapaian kompetensi (rangkaian
kemampuan) peserta didik. Penilaian menjawab pertanyaan tentang sebaik apa
hasil atau prestasi belajar seorang peserta didik. Hasil penilaian dapat berupa
nilai kualitatif (pernyataan naratif dalam kata-kata) dan nilai kuantitatif.
Sedangkan Menurut Ign. Masidjo (1995: 18) penilaian sifat
suatu objek adalah suatu kegiatan membandingkan hasil pengukuran sifat suatu
objek dengan suatu acuan yang relevan sedemikian rupa sehingga diperoleh
kuantitas suatu objek yang bersifat kualitatif.
Dari beberapa pengertian menurut para ahli diatas dapat
disimpulkan bahwa penilaian adalah suatu kegiatan membandingkan atau menerapkan
hasil pengukuran untuk memberikan nilai terhadap objek penilaian.
Pengertian Penilaian
(Asesmen) Menurut Para Ahli
·
Angelo T.A.(1991): Classroom
Assessment is a simple method faculty can use to collect feedback, early and
often, on how well their students are learning what they are being taught.
(Artinya: asesmen Kelas adalah suatu metode yang sederhana dapat digunakan
untuk mengumpulkan umpan balik, baik di awal maupun setelah pembelajaran
tentang seberapa baik siswa mempelajari apa yang telah diajarkan kepada
mereka.)
·
Kizlik, Bob (2009): Assessment
is a process by which information is obtained relative to some known objective
or goal. Assessment is a broad term that includes testing. A test is a special
form of assessment. Tests are assessments made under contrived circumstances
especially so that they may be administered. In other words, all tests are
assessments, but not all assessments are tests. (Artinya : asesmen adalah
suatu proses dimana informasi diperoleh berkaitan dengan tujuan pembelajaran.
Asesmen adalah istilah yang luas yang mencakup tes (pengujian). Tes adalah
bentuk khusus dari asesmen. Tes adalah salah satu bentuk asesmen. Dengan kata
lain, semua tes merupakan asesmen, namun tidak semua asesmen berupa tes)
·
Overton, Terry (2008): Assesment
is a process of gathering information to monitor progress and make educational
decisions if necessary. As noted in my definition of test, an assesment may
include a test, but also include methods such as observations, interview,
behavior monitoring, etc. (Artinya: sesmen adalah suatu proses pengumpulan
informasi untuk memonitor kemajuan dan bila diperlukan pengambilan keputusan
dalam bidang pendidikan. Sebagaimana disebutkan dalam definisi saya tentang
tes, suatu asesmen bisa saja terdiri dari tes, atau bisa juga terdiri dari
berbagai metode seperti observasi, wawancara, monitoring tingkah laku, dan
sebagainya).
·
Palomba and
Banta(1999), Assessment is the systematic collection , review , and use of
information about educational programs undertaken for the purpose of improving
student learning and development (Artinya: asesmen adalah pengumpulan,
reviu, dan penggunaan informasi secara sistematik tentang program pendidikan
dengan tujuan meningkatkan belajar dan perkembangan siswa).
Kesimpulan
Tentang Pengertian Asesmen:
·
Asesmen merupakan
metode dan proses yang digunakan untuk mengumpulkan umpan balik tentang
seberapa baik siswa belajar.
·
Dapat dilakukan di
awal, di akhir (sesudah), maupun saat pembelajaran sedang berlangsung.
·
Asesmen dapat berupa tes atau nontes.
·
Asesmen berupa nontes misalnya penggunaan metode observasi, wawancara,
monitoring tingkah laku, dsb.
·
Hasilnya dapat
digunakan untuk pengambilan keputusan.
·
Bertujuan meningkatkan
belajar (pembelajaran) dan perkembangan siswa.
2.
Pengukuran
Sebelum seorang evaluator menilai tentang proses sebuah
pendidikan, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan sebuah
pengukuran. Dalam penilaian pendidikan, evaluator harus mengatahui standar
penilain yang telah telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai acuan dasar,
sehingga dari situ evaluator mampu melakukan pengukuran sesuai dengan apa yang
seharusnya diakur dalam bidang pendidikan. Umumnya sebuah pengukuran, akan
dapat dilakukan dengan baik apabila evaluator mengetahui dengan pasti objek apa
yang akan diukur, dengan begitu evaluator dapat menentukan instrument yang
digunakan dalam pengukuran.
Pengukuran merupakan proses yang mendeskripsikan
performance siswa dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (system angka)
sedemikian rupa sehingga sifat kualitatif dari performance siswa tersebut
dinyatakan dengan angka-angka (Alwasilah et al.1996).
Menurt Ign. Masidjo (1995: 14) pengukuran sifat suatu objek
adalah suatu kegiatan menentukan kuantitas suatu objek melalui aturan-aturan tertentu
sehingga kuantitas yang diperoleh benar-benar mewakili sifat dari suatu objek
yang dimaksud.
Menurut Cangelosi (1991) pengukuran adalah proses
pengumpulan data melalui pengamatan empiris. Pengertian yang lebih luas
mengenai pengukuran dikemukakan oleh Wiersma & Jurs (1990) bahwa pengukuran
adalah penilaian numeric pada fakta-fakta dari objek yang hendak diukur menurut
criteria atau satuan-satuan tertentu. Jadi pengukuran bisa diartikan sebagai
proses memasangkan fakta-fakta suatu objek dengan fakta-fakta satuan tertentu
(Djaali & Pudji Muljono, 2007).
Sedangkan menurut Endang Purwanti (2008: 4) pengukuran
dapat diartikan sebagai kegiatan atau upaya yang dilakukan untuk memberikan
angka-angka pada suatu gejala atau peristiwa, atau benda, sehingga hasil
pengukuran akan selalu berupa angka.
Dari pendapat ahli beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan
bahwa pengukuran adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menentukan fakta
kuantitatif yang disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu sesuai dengan
objek yang akan diukur.
Pengertian
Pengukuran (Measurement) Menurut Para Ahli
·
Alwasilah et al.(1996),
measurement (pengukuran) merupakan proses yang mendeskripsikan performa siswa
dengan menggunakan suatu skala kuantitatif (sistem angka) sedemikian rupa
sehingga sifat kualitatif dari performa siswa tersebut dinyatakan dengan angka-angka
·
Arikunto dan Jabar
(2004) menyatakan pengertian pengukuran (measurement) sebagai kegiatan
membandingkan suatu hal dengan satuan ukuran tertentu sehingga sifatnya menjadi
kuantitatif.
·
Cangelosi, James S.
(1995), pengukuran adalah proses pengumpulan data secara empiris yang digunakan
untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan.
·
Sridadi (2007)
pengukuran adalah suatu prose yang dilakukan secara sistematis untuk memperoleh
besaran kuantitatif dari suatu obyek tertentu dengan menggunakan alat ukur yang
baku.
Kesimpulan
Tentang Pengertian Pengukuran:
·
Kegiatan pengukuran
dilakukan dengan membandingkan hasil belajar dengan suatu ukuran
tertentu.
·
Dilakukan dengan proses
sistematis.
·
Hasil pengukuran berupa besaran kuantitatif (sistem angka).
·
Pengukuran menggunakan
alat ukur yang baku.
3.
Evaluasi
Evaluasi dalam bahasa Inggris dikenal dengan istila Evaluation.
Gronlund (1985) berpendapat evaluaasi adalah suatu proses yang sistematis
untuk menentukan atau membuat keputusan, sampai sejauh mana tujuan proram telah
tercapai. Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Wrightstone, dkk (1956) yang
mengemukakan bahwa evaluasi pendidikan adalah penaksiran terhadap pertumbuhan
dan kemajuan siswa kearah tujuan atau nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam
kurikulum (Djaali & Pudji Muljono, 2007).
Sedangkan Endang Purwanti (2008: 6) Berpendapat bahwa
evaluasi adalah proses pemberian makna atau penetapan kualitas hasil pengukuran
dengan cara membandingkan angka hasil pengukuran tersebut dengan kriteria
tertentu.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi
adalah proses menilai sesuat berdasarkan criteria tertentu, yang selanjunya
diikuti dengan pengambilan sebuah keputusan atas objek yang dievaluasi.
Dari pengertian diatas istilah evaluasi dan penilaian
hampir sama, bedanya dalam evaluasi berakhir dengan pengambilan keputusan
sedangkan penilaian hanya sebatas memberikan nilai saja. Berdasarkan pengertian
antara istilah pengukuran, penilaian dan evaluasi yang dikemukakan diatas, maka
jelaslah sudah bahwa pengukuran, penilaian dan evaluasi merupakan tiga konsep
yang berbeda. Namun demikian, dalam prakteknya dalam dunia pendidikan, ketiga
konsep tersebut sering dipraktikkan dalam satu rangkaian kegiatan.
Secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi
sama dengan menilai, karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya.
Pengukuran, penilaian dan evaluasi merupakan kegiatan yang bersifat hierarki.
Artinya ketiga kegiatan tersebut dalam kaitannya dengan proses belajar mengajar
tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan dalam pelaksanaannya harus
dilaksanakan secara berurutan.
Pengertian
Evaluasi (Penilaian) Menurut Para Ahli
·
Sudiono, Anas (2005)
mengemukakan bahwa secara harfiah kata evaluasi berasal dari bahasa Inggris evaluation,
dalam bahasa Indonesia berarti penilaian. Akar katanya adalah value yang
artinya nilai. Jadi istilah evaluasi menunjuk pada suatu tindakan atau suatu
proses untuk menentukan nilai dari sesuatu.
·
Frey, Barbara A., and
Susan W. Alman. (2003): Evaluation The systematic process of collecting,
analyzing, and interpreting information to determine the extent to which pupils
are achieving instructional objectives. (Artinya: Evaluasi adalah proses
sistematis pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi untuk menentukan
sejauh mana siswa yang mencapai tujuan instruksional).
·
Mardapi, Djemari
(2003), penilaian adalah kegiatan menafsirkan atau mendeskripsikan hasil
pengukuran.
·
Zainul, Asmawi dan
Noehi Nasution (2001), mengartikan penilaian adalah suatu proses untuk
mengambil keputusan dengan menggunakan informasi yang diperoleh melalui
pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes maupun nontes.
Kesimpulan Tentang Pengertian
Evaluasi:
·
Evaluasi berasal dari akar kata bahasa Inggris value yang berarti nilai,
jadi istilah evaluasi sinonim dengan penilaian.
·
Evaluasi merupakan
proses sistematis dari mengumpulkan, menganalisis, hingga interpretasi
(menafsirkan) data atau informasi yang diperoleh.
·
Data atau informasi
diperoleh melalui pengukuran (measurement) hasil belajar.melalui tes atau
nontes.
·
Evaluasi bersifat kualitatif.
E.
Perbedaan Penilaian, Pengukuran, dan Evaluasi
Berdasarkan pengertian di atas penulis menyimpulkan bahwa
penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan informasi
yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan tes
maupun nontes. Pengukuran adalah membandingkan hasil tes dengan standar yang
ditetapkan. Pengukuran bersifat kuantitatif. Sedangkan menilai adalah kegiatan
mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau
membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan.Penilaian
bersifat kualitatif.
Agar lebih jelas perbedaannya maka perlu dispesifikasi lagi
untuk pengertian masing :
·
Evaluasi pembelajaran adalah
suatu proses atau kegiatan untuk menentukan nilai, kriteria-judgment atau
tindakan dalam pembelajaran.
·
Penilaian dalam
pembelajaran adalah suatu usaha untuk mendapatkan berbagai informasi secara
berkala, berkesinambungan, dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari
pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak didik melalui program
kegiatan belajar.
·
Pengukuran atau
measurement merupakan suatu proses atau kegiatan untuk menentukan kuantitas
sesuatu yang bersifat numerik. Pengukuran lebih bersifat kuantitatif, bahkan
merupakan instrumen untuk melakukan penilaian. Dalam dunia pendidikan, yang
dimaksud pengukuran sebagaimana disampaikan Cangelosi (1995: 21) adalah proses
pengumpulan data melalui pengamatan empiris.
DAFTAR PUSTAKA
A.Muri
Yusuf. 2005. Evaluasi Pendidikan.Padang.Universitas
Negeri Padang.
Mahyudin
nenny.2008.Asesmen anak usia dini.Padang;UNP
Pres.
Alwasilah, et al. (1996). Glossary of educational Assessment Term. Jakarta: Ministry of Education and Culture.
Arikunto, S & Jabar. 2004. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
Calongesi, J.S. 1995. Merancang Tes untuk Menilai Prestasi Siswa. Bandung : ITB
Djaali dan pudji muljono. (2008). Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Grasindo. Jakarta
Gabel, D.L. (1993). Handbook of Research on Science Teaching and Learning. New York: Maccmillan Company.
Kumano, Y. 2001. Authentic Assessment and Portfolio Assessment-Its Theory and Practice. Japan: Shizuoka University.
Lehmann, H. (1990). The Systems Approach to Education. Special Presentation Conveyed in The International Seminar on Educational Innovation and Technology Manila. Innotech Publications-Vol 20 No. 05.
Ratna Wulan, Ana. Pengertian Esensi Konsep Evaluasi, Assesmen, Tes, dan Pengukuran. FMIPA UPI. Bandung
http://www.elook.org/dictionary/assessment.htm
http://evaluasipendidikan.blogspot.com/2008/03/pengukuran-penilaian-dan-
evaluasi.html
http://pendidikan.anekanews.com/2010/04/pengertian-hubungan-perbedaan-dan-
etika.html
http://rumahbelajarpsikologi.com/index.php/pengukuran.html
Suharsimi, Arikunto.2009.Dasar-dasar
evaluasi pendidikan.Jakarta.PT. Bumi
Aksara.
Aksara.
http://syekhudin.wordpress.com/2013/01/26/pengertian-pengukuran-penilaian-dan-evaluasi/
http://bkpemula.wordpress.com/2012/12/23/pengukuran-penilaian-asesment/
Komentar
Posting Komentar