Gangguan Kesehatan dan Upaya Pemeliharaan Kesehatan Anak Usia Dini
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak usia dini merupakan individu yang berada pada rentang
usia 0-8 tahun. Usia ini merupakan pondasi untuk usia-usia selanjutnya. Selain
itu pada usia ini dikenal dengan golden age yaitu sebuah kondisi pada
saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yang sangat pesat. Adapun
dalam hal ini perkembangan yang sangat pesat tersebut, sangat dipengaruhi oleh
kesehatan dari fisik dan psikis anak.
Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang anak tidak merasa
sakit dan memang secara klinis tidak merasa sakit, semua organ tubuh dalam
keadaan normal dan berfungsi dengan normal. Begitupun dengan kesehatan psikis
terwujud apabila seseorang anak merasa mentalnya dalam keadaan stabil sehingga
mampu berfikir sehat dan mampu mengekspresikan emosi secara baik. Ketika
kesehatan fisik anak terganggu, maka dalam melakukan tindakan-tindakan lainnya
pun akan terganggu bahkan dalam ksehatan psikisnya pun akan mengalami gangguan,
begitupun sebaliknya. Jelas ini akan mempengaruhi pada proses pertumbuhan serta
perkembangannya.
Pada kenyataannya, dalam kehidupan tidak sedikit anak usia
dini yang mengalami masalah dalam kesehatannya, artinya suatu keadaan
terganggunya fisik dan psikis anak. Gangguan fisik yang biasa muncul pada anak
usia dini contohnya diare, demam, malnutrisi, kejang, cacingan, flu, dan lain
sebagainya. Sedangkan gangguan psikis yang biasanya muncul pada anak usia dini
adalah stress, tantrum, depresi.
Berdasarkan uraian di atas, agar kesehatan fisik dan psikis
anak tetap sehat, maka perlunya upaya untuk memelihara kesehatan anak usia
dini. Adapun untuk mengetahui lebih lanjut terkait dengan pemeliharaan
kesehatan pada anak usia dini, maka kami menyusun sebuah makalah yang
berjudul “Gangguan kesehatan anak usia dini dan upaya Pemeliharaan Kesehatan untuk Anak
Usia Dini.”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan
rumusan masalah sebagai berikut.
1.
Gangguan kesehatan atau penyakit apa saja yang dapat mengganggu kesehatan anak
usia dini ?
2.
Bagaimana upaya pemeliharaan kesehatan anak usia dini?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah
diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
1. kesehatan
pada anak usia dini.
2.
Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini.
3. Dampak
permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini.
4. Cara
memelihara dan menjaga kesehatan anak usia dini
D. Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan
memberikan kegunaan, baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara
teoritis makalah ini berguna sebagai pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan
untuk anak usia dini, secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1. Penyusun,
sebagai penambah pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan untuk anak usia
dini;
2.
Pembaca/guru, sebagai media informasi tentang pemeliharaan kesehatan untuk anak
usia dini.
BAB II
ISI
A.
GANGGUAN-GANGGUAN
KESEHATAN ANAK USIA DINI ATAU PENYAKIT ANAK USIA DINI
Ada beberapa jenis gangguan yang
sering terjadi pada anak di antaranya berikut ini:
1. Makanan
kurang atau kelebihan
Kekurangan zat makanan disebut
defisiensi dan mengakibatkan tidak sehat bahkan sakit, kelebihan menyebabkan
berbagai penyakit. Kekurangan umumnya mencakup protein dan karbohidrat, serta
vitamin dan mineral, sedangkan kelebihan umumnya berkaitan dengan konsumsi
lemak, protein, dan gula.
2. Gangguan
psikis
Gangguan
psikologis pada anak meliputi perubahan emosi, fungsi fisik, perilaku dan
kinerja mental. Permasalahan gangguan psikologis tersebut dapat disebabkan oleh
faktor-faktor seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian,
penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan. Anak biasanya tidak langsung
bereaksi ketika masalah terjadi, tetapi akan menunjukkan reaksi kemudian hari.
Bimbingan yang tepat dapat membantu anak dapat mempersiapkan diri jika
dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis pada anak. Orang tua harus
dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif menghadapi ketakutan dan
kecemasannya.
Beberapa gangguan psikis pada anak adalah gangguan emosi, belajar, sosial, psikiatri, dan khusus.
Beberapa gangguan psikis pada anak adalah gangguan emosi, belajar, sosial, psikiatri, dan khusus.
3. Gangguan
sosial
Gangguan sosial terjadi karena tidak
adanya keseimbangan diri dengan lingkungan di sekitarnya. 4. Gangguan
psikiatri yang timbul akibat faktor psikososial
Beberapa gangguan psikiatri yang
dapat terjadi pada anak adalah gangguan dalam hubungan dengan orang tua,
gangguan dalam diri anak. Gangguan ini terjadi pada anak yang memiliki
kekurangan atau cacat. Gangguan dalam interaksi sosial, seperti anak bergaul
dengan keluarga dan orang lain di luar keluarganya. Selain beberapa gangguan
yang terjadi pada anak, juga sering muncul beberapa penyakit yang berkaitan
dengan kondisi fisiknya. Ada beberapa penyakit anak yang sering menyerang
sehingga perlu dicegah. Penyakit anak itu, antara lain cacar air, demam
berdarah, polio, mengompol, disentri. Ada beberapa gejala yang timbul pada anak
yang sakit di antaranya pilek, suara serak, selera makan berkurang, muntah,
kejang, dan nyeri.
5.Gangguan
Perilaku
Perilaku
tertentu adalah normal terjadi pada anak-anak pada usia dini, tetapi jika masih
tetap berlanjut hingga kemudian hari mungkin mengundang intervensi. Gangguan
perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena
frustrasi atau kesal terhadap suatu hal. Orangtua bisa mengontrol perilaku anak
dengan menjauhkan anak dari hal-hal yang membuat anak bertindak demikian.
Sementara perilaku anak yang mencuri atau berbohong mungkin umum pada tahap
awal perkembangannya, pastikan kebiasaan tersebut tidak berlanjut.
6. Gangguan Tidur
Masalah
tidur termasuk jam tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada anak.
Gangguan saat tidur pada tahap petumbuhan mungkin memiliki efek yang merugikan
pada kemampuan kognitif anak. Orang tua harus mendorong anak untuk tidur pada
waktu yang teratur setiap harinya.
7. Gangguan kecemasan
Kecemasan
dan ketakutan normal terjadi pada anak dalam masa perkembangan, tetapi jika
terus berlanjut dalam waktu yang lama, mungkin akan melumpuhkan kondisi sosial anak.
Gangguan kecemasan dapat dikelola dengan cara mengobati kondisi kejiwaan anak
seperti terapi keluarga
8. Kurang Gizi/ Malnutrisi
Banyak
anak kekurangan gizi karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan. Atau jika
mereka hanya mendapatkan makanan yang kurang kandungan gizinya, misalnya
makanan dengan banyak air dan serat di dalamnya, seperti ubi kayu, talas akar,
atau bubur jagung. Makanan jenis ini hanya membuat anak-anak menjadi kenyang
dan tidak memenuhi kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhannya. Kadang-kadang pada
anak ditemukan kekurangan zat-zat gizi tertentu, seperti kekurangan vitamin A,
yodium, dan lain-lain. Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah pada anak,
termasuk dalam kasus ringan seperti:
1)
pertumbuhan lambat
2) perut
bengkak
3) tubuh
kurus
4)
kehilangan nafsu makan
5)
kehilangan energi
6) pucat
(anemia)
7) luka di
sudut-sudut mulut
8) sering
pilek dan infeksi lainnya
9) rabun
ayam
Dalam
kasus lain yang lebih serius, yaitu:
1) berat
badan tidak bertambah
2)
pembengkakan kaki (kadang-kadang muka juga)
3) bintik
hitam, 'memar', atau buka mengupas luka
4) rambut
menipis atau bahkan rontok
5) kurangnya
keinginan untuk tertawa atau bermain
6) luka
dalam mulut
7)
kecerdasan tidak berkembang
8) 'Mata
kering' (xeroftalmia)
9) kebutaan
Mencegah
dan mengobati masalah kekurangan gizi pada anak-anak sebenarnya cukup mudah,
yaitu dengan memberikan makanan bergizi secara cukup, atau cobalah untuk
memberinya lebih banyak / sering makan. Selain itu penambahan (fortifikasi)
zat-zat nutrisi esensial misalnya zat besi, kalsium, vitamin, protein dll pada
makanan juga sangat baik untuk memenuhi kekurangan zat tersebut. Usahakan
selalu berpedoman pada pola gizi seimbang dalam memenuhi makan anak-anak.
9. Diare atau
disentri
Diare
pada anak dapat ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali
pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak. Bahaya terbesar bagi anak-anak
dengan diare adalah dehidrasi, atau kehilangan terlalu banyak cairan dari
tubuh. Hal ini akan bertambah bahaya jika disertai muntah-muntah. Bayi dan balita yang diare
membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang
melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan
modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit
dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit merupakan rumus manjur untuk
mengatasi diare pada anak. Jika anak dalam masa pemberian ASI,
lanjutkan pemberian ASI, tetapi juga perlu ditambahkan cairan / minum agar
tidak mengalami dehidrasi. Bahaya besar kedua untuk anak-anak yang terkena
diare adalah kekurangan gizi. Berikan anak makanan bergizi.
10. Demam
Anak
dikatakan demam jika suhu tubuhnya melebihi dari 37,5°C waktu diukur dengan
termometer. Pada anak-anak kecil, demam tinggi (lebih dari 39°C) dapat dengan
mudah menyebabkan kejang atau kerusakan otak. Untuk menurunkan demam, dapat
dilakukan beberapa hal berikut.
1) Kompres
dengan air hangat
Anak
dikompres dengan handuk yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30º C)
kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap
dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau
handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah
kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan
antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres
terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh
tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan
suhu tubuhnya.
2) Berikan
obat pereda demam
Perawatan
paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti
parasetamol atau ibuprofen. Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti:
tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi
ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin
tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan
efek samping penyakit serius yang disebut sindrom reye, meskipun angka kejadian
penyakit ini jarang.
3) Berikan
banyak cairan
Demam
pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan).
Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing
berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya
mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam
dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan
seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau
bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan
yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam
beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
4) Istirahat
yang cukup
Demam
menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya
untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat
atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau
aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.
11. Kejang
Penyebab
dari kejang pada anak-anak antara lain demam tinggi, dehidrasi, epilepsi, dan
meningitis. Jika anak mengalami demam tinggi, segera redakan agar tidak kejang.
Periksa tanda-tanda dehidrasi dan meningitis. Kejang yang datang tiba-tiba
tanpa demam atau tanda lainnya mungkin epilepsi, terutama jika anak tampak
biasa-biasa saja tanpa menunjukkan ada gejala yang aneh. Kejang yang dimulai
pada rahang dan kemudian seluruh tubuh menjadi kaku mungkin akibat tetanus.
Tanda-tanda kejang pada anak, di antaranya:
1)
kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan
kejang-kejang selama 5 menit dan bola mata berbalik ke atas,
2) gigi
terkatup,
3) muntah,
4) tak
jarang si anak berhenti napas sejenak,
5) pada
beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/ kecil,
6) pada
kasus berat, anak kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga
sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit.
12. Meningitis
Penyakit
berbahaya ini bisa datang sebagai komplikasi dari campak, gondok, atau yang
lain yang serius penyakit. Anak-anak dari ibu yang memiliki TB mungkin mendapatkan
meningitis TBC. Seorang anak yang sangat sakit yang terletak dengan cara kepala
miring kembali, yang leher terlalu kaku untuk membungkuk ke depan, dan yang
tubuhnya membuat gerakan aneh (kejang) mungkin memiliki meningitis.
Gejala
yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun
adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam
atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia
(takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan
suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk
bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada
bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui,
namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran,
muntah dan enggan menyusui. Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat
ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, bertukar alat makan, dan pemakaian
sikat gigi bersama. Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ke
toilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh
dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik
menghindari berbagai macam penyakit. Pemberian imunisasi vaksin meningitis merupakan
tindakan yang tepat terutama di daerah yang diketahui rentan
13. Anemia
Tanda-tanda
umum timbulnya anemia pada anak-anak, antara lain:
1) pucat,
terutama di dalam kelopak mata, gusi, dan kuku
2) lemah dan
cepat lelah
3) tampak
seperti malnutrisi
4) glositis
berat (radang lidah disertai rasa sakit)
5) diare dan
kehilangan nafsu makan
Adapun penyebabnya antara lain:
1) kurang
zat besi
2) infeksi
usus kronis
3) cacing
tambang
4) malaria
Berikut
adalah cara pencegahan dan pengobatan.
1)
Makanlah makanan yang kaya zat besi seperti daging dan telur, kacang, lentil,
kacang tanah (kacang tanah), dan gelap hijau sayuran juga memiliki beberapa
besi.
2)
Seringkali dijumpai adanya cacing tambang pada anak anemia.
3)
Jika anda mencurigai adanya cacing tambang, periksakan feses anak di
laboratorium. Jika ditemukan telur cacing tambang, segera lakukan pengobatan
untuk mengusir cacing tambang ini.
4)
Jika perlu, berikan garam besi dengan mulut (ferro sulfat).
5)
Jangan memberikan zat besi dalam bentuk tablet untuk bayi atau anak kecil
karena bisa menyebabkan keracunan. Sebaiknya berikanlah zat besi berupa cairan.
Atau menghancurkan tablet tersebut menjadi bubuk dan mencampurnya dengan makanan.
14. Cacing dan parasite lain
Jika
salah satu anak dalam keluarga diketahui menderita cacingan, semua anak dalam
keluarga harus dirawat atau diobati untuk memastikan hilangnya cacing. Untuk
mencegah infeksi cacing, anak-anak harus:
1) Jagalah kebersihan
2) Gunakan
jamban.
3) Jangan
bertelanjang kaki.
4) Jangan
makan daging mentah atau ikan mentah atau yang setengah matang.
5) Minum
hanya air rebus atau murni.
15. Penyakit kulit
Masalah
kulit yang paling umum dijumpai pada anak-anak antara lain:
1) Kudis
2)
terinfeksi luka dan impetigo
3) kurap dan
infeksi jamur lainnya
Untuk
mencegah masalah kulit dapat dilakukan cara-cara berikut:
1) Yang
paling utama: jagalah kebersihan
2) Mandikan
anak sesering mungkin yang bersih
3)
Pengendalian kutu busuk, kutu, dan kudis.
4)
Jangan biarkan anak-anak yang menderita kudis, kutu, kurap, atau luka yang
terinfeksi bermain atau tidur bersama dengan anak-anak sehat.
16. Pink Eye (Conjunctivitis)
Pink
eye
atau disebut juga konjungtivitis adalah selaput membran jernih yang radang dan
kemerahan yang meliputi bagian putih pada mata dan membran pada bagian dalam
kelopak mata. Pink eye paling umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau
bakteri, meskipun alergi, bahan beracun dan penyakit yang mendasarinya mungkin
juga berperan.
Bersihkan
kelopak mata dengan kain basah yang bersih beberapa kali sehari. Gunakan salep
mata antibiotik di dalam kelopak mata empat kali sehari. Jangan biarkan anak
dengan mata merah muda bermain atau tidur dengan orang lain. Jika dia tidak
tidak sembuh dalam beberapa hari, hubungi dokter atau petugas kesehatan.
Hindari menyentuh daerah mata, dan cucilah tangan anda
sesering mungkin, terutama setelah menggunakan obat-obatan untuk area tersebut.
Jangan pernah berbagi handuk atau saputangan, dan buanglah tisu-tisu segera
setelah digunakan. Ganti seprai dan handuk setiap hari. Gunakan pembasmi hama
pada semua permukaan, termasuk permukaan konter, bak cuci dan tombol pintu.
Buanglah semua alat rias yang digunakan saat terinfeksi.
17. Pilek dan Flu
Flu
biasa, dengan hidung meler, demam ringan, batuk, sering sakit tenggorokan, dan
kadang-kadang diare adalah sering tapi bukan masalah serius pada anak. Berikan
banyak cairan pada anak. Biarkan anak banyak istirahat atau tidur. Berikan
makanan bergizi dan buah-buahan agar anak-anak terhindar pilek dan cepat
sembuh.
Jika
seorang anak yang menderita flu menjadi sangat sakit, demam tinggi, pernapasan
cepat, mungkin si anak menderita pneumonia, segera hubungi dokter.
18. Sakit
Telinga dan Infeksi Telinga
Infeksi
telinga adalah umum pada anak-anak kecil. Demam akan meningkat, dan anak sering
menangis atau menggosok bagian samping kepalanya. Kadang-kadang nanah bisa
dilihat di telinga. Pada anak-anak kecil infeksi telinga kadang-kadang dapat
menyebabkan muntah atau diare. Jadi, ketika seorang anak mengalami diare dan
demam pastikan untuk memeriksa telinganya. Adapun beberapa pengobatan yang
dapat dilakukan sebagai berikut.
1)
Adalah penting untuk mengobati infeksi telinga segera mungkin. Berikan
antibiotik penisilin seperti atau kotrimoksazol. Pada anak-anak di bawah 3
tahun, ampisilin sering bekerja lebih baik. Berikan acetaminophen untuk
meredakan rasa sakit. Aspirin juga bekerja tetapi tidak aman bagi anak-anak.
2) Bersihkan
nanah yang keluar dari telinga dengan kapas secara hati-hati.
3)
Anak-anak yang menderita telinga bernanah harus mandi secara teratur, hindarkan
berenang atau menyelam minimal dua minggu setelah kesembuhannya. Untuk mencegah
infeksi pada telinga, bersihkan telinga anak secara rutin dan hati-hati.
B. UPAYA
PEMELIHARAAN KESEHATAN ANAK USIA DINI
Kesehatan merupakan salah satu hal
penting dalam menjalani kehidupan sebab kondisi kesehatan dapat mempengaruhi
kualitas seseorang dalam menjalani hidup. Kondisi kesehatan yang kurang baik
akan memberi banyak dampak pada kelancaran aktivitas seseorang, rasa tidak
nyaman akan menjadi salah satu sebab seseorang tidak dapat menjalankan
kegiatannya.
Pada masa usia dini, anak akan
sangat mudah terserang virus dan penyakit sebab belum memiliki daya tahan tubuh
yang baik. Anak-anak akan mengalami rasa tidak nyaman lebih besar ketimbang
orang dewasa ketika sedang mengalami gangguan kesehatan. Rasa tidak nyaman akan
mengganggu aktivitasnya bahkan dapat menimbulkan penyakit baru bagi anak. Oleh
sebab itu, kondisi kesehatan anak sangat penting dijaga baik oleh orang tua di
rumah ataupun oleh guru di sekolah. Orang-orang yang bertanggung jawab pada
anak harus mampu menjaga kesehatan anak di manapun berada.
a.
Upaya pemeliharaan kesehatan anak usia dini di rumah
1) Membiasakan anak untuk mencuci
tangan,
Tingkatkan
kebersihan tangan dengan membiasakan mencuci tangan anak padasetiap
kesempatan yaitu saat mandi, sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum
makan malam dan setelah menggunakan toilet setelah main di luar, dll. Hal ini
akan membantu mencegah penyebaran kuman.
2) Membiasakan hidup bersih pada
anak,
Biasakan
anak untuk Mandi minimal satu hari sekali dengan sabun. Gunakan sabun untuk
menghilangkan kotoran dan kuman yang menyebabkan bau badan, biang keringat dan
lecet diluar serta flu dan pilek di dalam. Selain itu bersihkan telinga
menggunakan cotton bad minimal satu minggu sekali, Rambut dikeramas 2-3 kali
seminggu dan disisir rapih, Gosok gigi 2-3 kali sehari yaitu setiap habis makan
dan sebelum tidur, Kuku digunting pendek dan bersih, agar tak melukai kulit dan
menjadi sumber Penyakit, Kaki harus dirawat dengan baik dan teratur dan pakai
sepatu yang cocok ukurannya selain itu Kaos kaki harus sering diganti/dicuci,
Pakaian harus diganti setiap habis mandi dengan pakaian yang sudah dicuci bersih
dengan sabun detergen, dijemur dibawah matahari dan disetrika.
3) Berikan makanan yang baik,
Memakan
buah dan sayuran adalah penting untuk mencapai gaya hidup sehat. Buah dan sayur
dapat membantu melawan infeksi dan menggantikan cairan yang hilang. Selain itu
kadang anak merasa bosan bila menu bikinan bunda di rumah bentuknya itu-itu
aja. Tak heran anak memilih membeli jajanan. Jadi daya kreatifitas bunda di
tuntut untuk ekstra keras, yakni untuk membuat makanan-makanan unik untuk
menarik perhatiannya. Sehingga anak dapat memakan makanan yang baik dan bergizi
tinggi.
4) Memperbanyak minum cairan
sehat,
Minum
banyak air. Ganti minuman manis yang berwarna dengan teh herbal untuk tetap
terhidrasi. Atau biasakan anak untuk membawa minum dari rumah karena seringkali
anak tergoda membeli minuman disekolah terutama minuman sejenis sirup, atau
minuman bersoda yang diberi zat pewarna, warnanya yang mencolok membuat anak
tergiur. Berilah ia pengertian bahwa minuman seperti itu tidak sehat dan bisa
membuatnya sakit. Karena itu, siapkan bekal sebotol minuman air mineral di
dalam tasnya. Bila anak suka air sirup, katakan agar ia meminumnya di rumah
sepulang sekolah. Membawakannya air sirup sebaiknya dihindari untuk mencegahnya
kebanyakan mengosumsi gula.
5) Batasi memberikan uang saku,
Dengan memberikan uang saku yang berlebihan, akan mendorong
anak untuk konsumtif mereka akan merasa memiliki kemampuan untuk membeli apapun
yang diinginkan, meskipun berbahaya bagi kesehatannya. Karena itu sebaiknya
batasi uang saku, agar ia membeli hanya sesuai kebutuhannya
saja.
6) Menjelaskan bahaya jajan
sembarang,
Anak
jaman sekarang sering kali tidak bisa menerima begitu saja larangan yang
diberikan orang tuanya. Karena itulah perlu memberikan penjelasan yang bisa
dimengerti mereka mengapa dilarang membeli jajanan atau makanan sembarangan.
Penjelasan sederhana, sebaiknya juga di beri gambaran atau contoh kongkrit,
seperti banyaknya berita tv anak mengalami diare, maka anak akan memahami dan
akhirnya mau menghindarinya.
7) Membawa
anak ke Posyandu
Kesehatan
anak dapat terpantau dengan membawanya ke pelayanan kesehatan, dengan membawa
anak kepelayanan kesehatan, apapun yang terjadi pada anak akan terpantau baik
itu dalam hal status gizi, dan keperluan vaksin bahkan keperluan keperluan
lainnya.
8) Berikan vitamin secukupnya,
Aktivitas
anak yang padat seringkali membuat daya tahan tubuhnya menurun. Apalagi setelah
situ
sangat penting memberikan tambahan vitamin untuk memperkuat stamina
tubuhnya.
9) Biasakan
anak untuk tidur yang cukup setiap hari,
Kurang
tidur dapat membuat anak rentan terhadap infeksi. Cobalah untuk
membiasakan anak tidur paling tidak 8 jam setiap malam, dan mandi dengan
air panas sebelum tidur untuk menghilangkan stres dan kuman.
10) Batasi
waktu bermain,
Tetapkan
batas waktu yang wajar untuk bermain di luar rumah pada musim penghujan
untuk mencegah hipotermia. Mintalah anak-anak untuk kembali secara periodik
pada waktu tertentu untuk sekedar beristirahat atau menghangatkan badan
Perlengkapan anak, Jika musim hujan lebih baik saat mengantar anak anak ke
sekolah dengan perlengkapan hujan yang tepat. Memiliki payung, jas hujan, dan
sepatu bot hujan adalah suatu keharusan bagi anak-anak anda selama hari-hari
hujan untuk melindungi mereka dari hujan dan genangan air hujan yang mengalir
di jalan-jalan.
CARA MENJAGA KESEHATAN ANAK
Kesehatan pada anak merupakan hal
terpenting yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang-orang disekitarnya,
terutama orang tua. Menurut hasil penelitian Bellock & Breslow
(Eckholm : 1981) untuk menjaga kesehatan anak hal-hal yang perlu dilakukan
adalah 7 kebiasaan dibawah ini, yaitu :
1.
Tidur 7-8 jam sehari.
Tidur 7-8
jam sehari sangat baik bagi anak, karena bila tidur mereka nyenyak dan teratur
maka kesehatan dan kondisi tubuh akan stabil, dan sehat.
2.
Makan 3 x sehari, terutama makan makanan yang bergizi dan memenuhi 4
sehat 5 sempurna.
3.
Mempertahankan berat tubuh yang dikehendaki.
Supaya anak
tidak mengalami obesitas, dan agar mereka dapat lincah bergerak sesuai dengan
aktifitas yang diinginkannya.
4.
Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Selain dapat
merusak kerja otak, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat merusak organ
dalam tubuh manusia.
5.
Melakukan latihan jasmani/olahraga secara teratur.
Dengan
melakukan olahraga secara teratur, maka tubuh anak akan sehat.
6.
Tidak merokok
Rokok data
menyebabkan berbagai macam penyakit, misalnya : kanker, sakit jantung dan
sebagainya.
7.
Istirahat cukup
Dengan
beristirahat dengan cukup, maka anak tidak akan cepat merasa capai selain itu mereka
juga akan terlihat segar dan bugar. Apabila ketujuh kebiasaan ini dijalankan
dengan baik, maka kesehatan anak akan terjaga. Dan utuk anak usia dini,
kebiasaan diatas sangat baik diterapkan bagi mereka, kecuali nomor 4 dan 6. Namun,
selain ketujuh hal diatas anak juga memerlukan bermain dan berekreasi yang
cukup sehingga anak akan tumbuh sehat.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Kesehatan
merupakan bagian penting pada manusia dalam menjalani kehidupan, sebab kondisi
kesehatan akan mempengaruhi kualitas seseorang. Kesehatan yang kurang baik
dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada seseorang, terutama pada anak usia
dini yang masih sangat rentan terserang virus.
Penyakit
yang menyerang kesehatan dapat datang kapan saja pada seseorang bila stamina
atau imunnya sedang lemah..
Kesehatan
yang tidak dijaga dan dibiarkan terus-menerus dapat menyebabkan kematian. Namun
kondisi kesehatan dapat dijaga, ada banyak sekali cara menjaga kesehatan,
seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, imunisasi, mengkonsumsi makanan
dan minuman yang sehat, dan mencukupi kebutuhan gizi. Kesehatan tidak hanya
perlu dijaga bila anak ada di rumah, namun di manapun anak berada, sebab virus
dan bakteri penyakit ada di mana saja.
B. Saran
Berdasarkan ilmu yang telah diketahui, maka orang tua dan
guru dapat menjaga anak dengan baik dan menghasilkan anak yang berkualitas.
Dalam hal ini, menjaga kesehatan bukan hal yang mudah sebab
virus dan bakteri dapat berkembang di mana saja, oleh sebab itu gangguan-gangguan
kesehatan anak usia dini dapat diatasi dengan pola hidup sehat dan pemeliharaan kesehatan seperti menjaga
kebersihan, imunisasi, gizi yang cukup, dan sebagainya perlu diperhatikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiani,
Yogi. (2013). Perkembangan dan Pemeliharaan Kesehatan AUD. [Online].
Tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/06/perkembangan-dan-pemeliharaan-kesehatan-aud-566538.html.
Halim,
Andreas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Sulita Jaya.
Multahzam,
Ahmad. (2012). Kesehatan dan Gizi. .[Online]. Tersedia: http://multazam-einstein.blogspot.com/2012/12/makalah-kesehatan-dan-gizi.html.
Terimakasih infonya sangat bagus dan bermanfaat..
BalasHapusobat tipes untuk anak
TIPS ATASI PERUT BUNCIT KLIK
BalasHapusMINUMAN INI BIKIN HEBOH DUNIA KLIK
GARA GARA INI ORANG JADI ANEH KLIK
BOYKE DIAN NUGRAHA BERANI REKOMENDASIKANYA KLIK
SOLUSI TEPAT ATASI PERUT BUNCIT KLIK
CARA MUDAH RAMPINGKAN PERUT
VIDEO TUTORIAL ATASI KEGEMUKAN KLIK
VIDEO INI DEMO FIFORLIF
Terimakasi atas artikelnya. Kesehatan anak sangat mempengaruhi Kecerdasan anak tersebut. Untuk anak yang susah makan dapat anda temukan solusinya pada: Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Laperma Platinum
BalasHapusnice your post
BalasHapusJasa Pengiriman