Gangguan Kesehatan dan Upaya Pemeliharaan Kesehatan Anak Usia Dini

BAB I
PENDAHULUAN

     A.  Latar Belakang
Anak usia dini merupakan individu yang berada pada rentang usia 0-8 tahun. Usia ini merupakan pondasi untuk usia-usia selanjutnya. Selain itu pada usia ini dikenal dengan golden age yaitu sebuah kondisi pada saat anak mengalami perkembangan fisik dan psikis yang sangat pesat. Adapun dalam hal ini perkembangan yang sangat pesat tersebut, sangat dipengaruhi oleh kesehatan dari fisik dan psikis anak.
Kesehatan fisik terwujud apabila seseorang anak tidak merasa sakit dan memang secara klinis tidak merasa sakit, semua organ tubuh dalam keadaan normal dan berfungsi dengan normal. Begitupun dengan kesehatan psikis terwujud apabila seseorang anak merasa mentalnya dalam keadaan stabil sehingga mampu berfikir sehat dan mampu mengekspresikan emosi secara baik. Ketika kesehatan fisik anak terganggu, maka dalam melakukan tindakan-tindakan lainnya pun akan terganggu bahkan dalam ksehatan psikisnya pun akan mengalami gangguan, begitupun sebaliknya. Jelas ini akan mempengaruhi pada proses pertumbuhan serta perkembangannya.
Pada kenyataannya, dalam kehidupan tidak sedikit anak usia dini yang mengalami masalah dalam kesehatannya, artinya suatu keadaan terganggunya fisik dan psikis anak. Gangguan fisik yang biasa muncul pada anak usia dini contohnya diare, demam, malnutrisi, kejang, cacingan, flu, dan lain sebagainya. Sedangkan gangguan psikis yang biasanya muncul pada anak usia dini adalah stress, tantrum, depresi.
Berdasarkan uraian di atas, agar kesehatan fisik dan psikis anak tetap sehat, maka perlunya upaya untuk memelihara kesehatan anak usia dini. Adapun untuk mengetahui lebih lanjut terkait dengan pemeliharaan kesehatan pada anak usia dini, maka kami menyusun sebuah makalah yang berjudul “Gangguan kesehatan anak usia dini dan upaya Pemeliharaan Kesehatan untuk Anak Usia Dini.”

     B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun merumuskan rumusan masalah sebagai berikut.
       1.       Gangguan kesehatan atau penyakit apa saja yang dapat mengganggu kesehatan anak usia dini ?
       2.       Bagaimana upaya pemeliharaan kesehatan anak usia dini?

     C.  Tujuan Penulisan Makalah
Sejalan dengan rumusan masalah diatas, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan:
      1.     kesehatan pada anak usia dini.
      2.     Permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini.
      3.     Dampak permasalahan kesehatan yang sering terjadi pada anak usia dini.
      4.     Cara memelihara dan menjaga kesehatan anak usia dini

     D.  Manfaat Penulisan Makalah
Makalah ini disusun dengan harapan memberikan kegunaan, baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis makalah ini berguna sebagai pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan untuk anak usia dini, secara praktis makalah ini diharapkan bermanfaat bagi:
1.     Penyusun, sebagai penambah pengetahuan tentang pemeliharaan kesehatan untuk anak usia dini;
2.     Pembaca/guru, sebagai media informasi tentang pemeliharaan kesehatan untuk anak usia dini.









BAB II
ISI
A.                GANGGUAN-GANGGUAN KESEHATAN ANAK USIA DINI ATAU PENYAKIT ANAK USIA DINI

Ada beberapa jenis gangguan yang sering terjadi pada anak di antaranya berikut ini:
1. Makanan kurang atau kelebihan
Kekurangan zat makanan disebut defisiensi dan mengakibatkan tidak sehat bahkan sakit, kelebihan menyebabkan berbagai penyakit. Kekurangan umumnya mencakup protein dan karbohidrat, serta vitamin dan mineral, sedangkan kelebihan umumnya berkaitan dengan konsumsi lemak, protein, dan gula.
2. Gangguan psikis
Gangguan psikologis pada anak meliputi perubahan emosi, fungsi fisik, perilaku dan kinerja mental. Permasalahan gangguan psikologis tersebut dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian, penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan. Anak biasanya tidak langsung bereaksi ketika masalah terjadi, tetapi akan menunjukkan reaksi kemudian hari. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak dapat mempersiapkan diri jika dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis pada anak. Orang tua harus dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif menghadapi ketakutan dan kecemasannya.
Beberapa gangguan psikis pada anak adalah gangguan emosi, belajar, sosial, psikiatri, dan khusus.
3.  Gangguan sosial
Gangguan sosial terjadi karena tidak adanya keseimbangan diri dengan lingkungan di sekitarnya. 4. Gangguan psikiatri yang timbul akibat faktor psikososial
Beberapa gangguan psikiatri yang dapat terjadi pada anak adalah gangguan dalam hubungan dengan orang tua, gangguan dalam diri anak. Gangguan ini terjadi pada anak yang memiliki kekurangan atau cacat. Gangguan dalam interaksi sosial, seperti anak bergaul dengan keluarga dan orang lain di luar keluarganya. Selain beberapa gangguan yang terjadi pada anak, juga sering muncul beberapa penyakit yang berkaitan dengan kondisi fisiknya. Ada beberapa penyakit anak yang sering menyerang sehingga perlu dicegah. Penyakit anak itu, antara lain cacar air, demam berdarah, polio, mengompol, disentri. Ada beberapa gejala yang timbul pada anak yang sakit di antaranya pilek, suara serak, selera makan berkurang, muntah, kejang, dan nyeri.
5.Gangguan Perilaku
Perilaku tertentu adalah normal terjadi pada anak-anak pada usia dini, tetapi jika masih tetap berlanjut hingga kemudian hari mungkin mengundang intervensi. Gangguan perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena frustrasi atau kesal terhadap suatu hal. Orangtua bisa mengontrol perilaku anak dengan menjauhkan anak dari hal-hal yang membuat anak bertindak demikian. Sementara perilaku anak yang mencuri atau berbohong mungkin umum pada tahap awal perkembangannya, pastikan kebiasaan tersebut tidak berlanjut.

6.  Gangguan Tidur
Masalah tidur termasuk jam tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada anak. Gangguan saat tidur pada tahap petumbuhan mungkin memiliki efek yang merugikan pada kemampuan kognitif anak. Orang tua harus mendorong anak untuk tidur pada waktu yang teratur setiap harinya.

7.  Gangguan kecemasan
Kecemasan dan ketakutan normal terjadi pada anak dalam masa perkembangan, tetapi jika terus berlanjut dalam waktu yang lama, mungkin akan melumpuhkan kondisi sosial anak. Gangguan kecemasan dapat dikelola dengan cara mengobati kondisi kejiwaan anak seperti terapi keluarga

8. Kurang Gizi/ Malnutrisi
Banyak anak kekurangan gizi karena mereka tidak mendapatkan cukup makanan. Atau jika mereka hanya mendapatkan makanan yang kurang kandungan gizinya, misalnya makanan dengan banyak air dan serat di dalamnya, seperti ubi kayu, talas akar, atau bubur jagung. Makanan jenis ini hanya membuat anak-anak menjadi kenyang dan tidak memenuhi kebutuhan zat gizi untuk pertumbuhannya. Kadang-kadang pada anak ditemukan kekurangan zat-zat gizi tertentu, seperti kekurangan vitamin A, yodium, dan lain-lain. Malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah pada anak, termasuk dalam kasus ringan seperti:
1)     pertumbuhan lambat
2)     perut bengkak
3)     tubuh kurus
4)     kehilangan nafsu makan
5)     kehilangan energi
6)     pucat (anemia)
7)     luka di sudut-sudut mulut
8)     sering pilek dan infeksi lainnya
9)     rabun ayam
Dalam kasus lain yang lebih serius, yaitu:
1)     berat badan tidak bertambah
2)     pembengkakan kaki (kadang-kadang muka juga)
3)     bintik hitam, 'memar', atau buka mengupas luka
4)     rambut menipis atau bahkan rontok
5)     kurangnya keinginan untuk tertawa atau bermain
6)     luka dalam mulut
7)     kecerdasan tidak berkembang
8)     'Mata kering' (xeroftalmia)
9)     kebutaan
Mencegah dan mengobati masalah kekurangan gizi pada anak-anak sebenarnya cukup mudah, yaitu dengan memberikan makanan bergizi secara cukup, atau cobalah untuk memberinya lebih banyak / sering makan. Selain itu penambahan (fortifikasi) zat-zat nutrisi esensial misalnya zat besi, kalsium, vitamin, protein dll pada makanan juga sangat baik untuk memenuhi kekurangan zat tersebut. Usahakan selalu berpedoman pada pola gizi seimbang dalam memenuhi makan anak-anak.

9. Diare atau disentri
Diare pada anak dapat ditandai dengan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak. Bahaya terbesar bagi anak-anak dengan diare adalah dehidrasi, atau kehilangan terlalu banyak cairan dari tubuh. Hal ini akan bertambah bahaya jika disertai muntah-muntah. Bayi dan balita yang diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang melalui tinja dan muntah. Pemberian cairan yang tepat dengan jumlah memadai merupakan modal utama mencegah dehidrasi. Cairan harus diberikan sedikit demi sedikit dengan frekuensi sesering mungkin. Oralit merupakan rumus manjur untuk mengatasi diare pada anak. Jika anak dalam masa pemberian ASI, lanjutkan pemberian ASI, tetapi juga perlu ditambahkan cairan / minum agar tidak mengalami dehidrasi. Bahaya besar kedua untuk anak-anak yang terkena diare adalah kekurangan gizi. Berikan anak makanan bergizi.

10. Demam
Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya melebihi dari 37,5°C waktu diukur dengan termometer. Pada anak-anak kecil, demam tinggi (lebih dari 39°C) dapat dengan mudah menyebabkan kejang atau kerusakan otak. Untuk menurunkan demam, dapat dilakukan beberapa hal berikut. 
1)     Kompres dengan air hangat
Anak dikompres dengan handuk yang dibasahi dengan dibasahi air hangat (30º C) kemudian dilapkan seluruh badan. Penurunan suhu tubuh terjadi saat air menguap dari permukaan kulit. Oleh karena itu, anak jangan “dibungkus” dengan lap atau handuk basah atau didiamkan dalam air karena penguapan akan terhambat. Tambah kehangatan airnya bila demamnya semakin tinggi. Dengan demikian, perbedaan antara air kompres dengan suhu tubuh tidak terlalu berbeda. Jika air kompres terlalu dingin akan mengerutkan pembuluh darah anak. Akibatnya, panas tubuh tidak mau keluar. Anak jadi semakin menggigil untuk mempertahankan keseimbangan suhu tubuhnya.
2)     Berikan obat pereda demam
Perawatan paling efektif untuk demam adalah menggunakan obat penurun panas seperti parasetamol atau ibuprofen. Terdapat berbagai macam sediaan di pasaran seperti: tablet, drops, sirup, dan suppositoria. Pengobatan ini dapat mengurangi ketidaknyamanan anak dan menurunkan suhu 1 sampai 1,5 ºC. Sedangkan Aspirin tidak direkomendasikan untuk anak di bawah 18 tahun karena dapat menyebabkan efek samping penyakit serius yang disebut sindrom reye, meskipun angka kejadian penyakit ini jarang.
3)     Berikan banyak cairan
Demam pada anak dapat meningkatkan risiko terkena dehidrasi (kekurangan cairan). Tanda dehidrasi paling mudah adalah berkurangnya kencing dan air kencing berwarna lebih gelap daripada biasanya. Maka dari itu, orang tua sebaiknya mendorong anak untuk minum cairan dalam jumlah yang memadai. Anak dengan demam dapat merasa tidak lapar dan sebaiknya tidak memaksa anak untuk makan. Cairan seperti susu (ASI atau sapi atau formula) dan air harus tetap diberikan atau bahkan lebih sering. Anak yang lebih tua dapat diberikan sup atau buah-buahan yang banyak mengandung air. Bila anak tidak mampu atau tidak mau minum dalam beberapa jam, orang tua sebaiknya diperiksakan ke dokter.
4)     Istirahat yang cukup
Demam  menyebabkan anak lemah dan tidak nyaman. Orang tua sebaiknya mendorong anaknya untuk cukup istirahat. Sebaiknya tidak memaksa anak untuk tidur atau istirahat atau tidur bila anak sudah merasa baikan dan anak dapat kembali ke sekolah atau aktivitas lainnya ketika suhu sudah normal dalam 24 jam.


11. Kejang
Penyebab dari kejang pada anak-anak antara lain demam tinggi, dehidrasi, epilepsi, dan meningitis. Jika anak mengalami demam tinggi, segera redakan agar tidak kejang. Periksa tanda-tanda dehidrasi dan meningitis. Kejang yang datang tiba-tiba tanpa demam atau tanda lainnya mungkin epilepsi, terutama jika anak tampak biasa-biasa saja tanpa menunjukkan ada gejala yang aneh. Kejang yang dimulai pada rahang dan kemudian seluruh tubuh menjadi kaku mungkin akibat tetanus. Tanda-tanda kejang pada anak, di antaranya:
1)     kedua kaki dan tangan kaku disertai gerakan-gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang selama 5 menit dan bola mata berbalik ke atas,
2)     gigi terkatup,
3)     muntah,
4)     tak jarang si anak berhenti napas sejenak,
5)     pada beberapa kasus tidak bisa mengontrol pengeluaran buang air besar/ kecil,
6)     pada kasus berat, anak kerap tak sadarkan diri. Adapun intensitas waktu kejang juga sangat bervariasi, dari beberapa detik sampai puluhan menit. 
12.  Meningitis
Penyakit berbahaya ini bisa datang sebagai komplikasi dari campak, gondok, atau yang lain yang serius penyakit. Anak-anak dari ibu yang memiliki TB mungkin mendapatkan meningitis TBC. Seorang anak yang sangat sakit yang terletak dengan cara kepala miring kembali, yang leher terlalu kaku untuk membungkuk ke depan, dan yang tubuhnya membuat gerakan aneh (kejang) mungkin memiliki meningitis.
Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.
Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui. Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, bertukar alat makan, dan pemakaian sikat gigi bersama. Mencuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ke toilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit. Pemberian imunisasi vaksin meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama di daerah yang diketahui rentan

13. Anemia
Tanda-tanda umum timbulnya anemia pada anak-anak, antara lain:
1)     pucat, terutama di dalam kelopak mata, gusi, dan kuku
2)     lemah dan cepat lelah
3)     tampak seperti malnutrisi
4)     glositis berat (radang lidah disertai rasa sakit)
5)     diare dan kehilangan nafsu makan
Adapun penyebabnya antara lain:
1)     kurang zat besi
2)     infeksi usus kronis
3)     cacing tambang
4)     malaria
Berikut adalah cara pencegahan dan pengobatan.
1)      Makanlah makanan yang kaya zat besi seperti daging dan telur, kacang, lentil, kacang tanah (kacang tanah), dan gelap hijau sayuran juga memiliki beberapa besi.
2)      Seringkali dijumpai adanya cacing tambang pada anak anemia.
3)      Jika anda mencurigai adanya cacing tambang, periksakan feses anak di laboratorium. Jika ditemukan telur cacing tambang, segera lakukan pengobatan untuk mengusir cacing tambang ini.
4)      Jika perlu, berikan garam besi dengan mulut (ferro sulfat).
5)      Jangan memberikan zat besi dalam bentuk tablet untuk bayi atau anak kecil karena bisa menyebabkan keracunan. Sebaiknya berikanlah zat besi berupa cairan. Atau menghancurkan tablet tersebut menjadi bubuk dan mencampurnya dengan makanan.

14. Cacing dan parasite lain
Jika salah satu anak dalam keluarga diketahui menderita cacingan, semua anak dalam keluarga harus dirawat atau diobati untuk memastikan hilangnya cacing. Untuk mencegah infeksi cacing, anak-anak harus:
1)     Jagalah kebersihan
2)     Gunakan jamban.
3)     Jangan bertelanjang kaki.
4)     Jangan makan daging mentah atau ikan mentah atau yang setengah matang.
5)     Minum hanya air rebus atau murni.


15. Penyakit kulit
Masalah kulit yang paling umum dijumpai pada anak-anak antara lain:
1)     Kudis
2)     terinfeksi luka dan impetigo
3)     kurap dan infeksi jamur lainnya
Untuk mencegah masalah kulit dapat dilakukan cara-cara berikut:
1)     Yang paling utama: jagalah kebersihan
2)     Mandikan anak sesering mungkin yang bersih
3)     Pengendalian kutu busuk, kutu, dan kudis.
4)     Jangan biarkan anak-anak yang menderita kudis, kutu, kurap, atau luka yang terinfeksi bermain atau tidur bersama dengan anak-anak sehat.

16. Pink Eye (Conjunctivitis)
Pink eye atau disebut juga konjungtivitis adalah selaput membran jernih yang radang dan kemerahan yang meliputi bagian putih pada mata dan membran pada bagian dalam kelopak mata. Pink eye paling umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, meskipun alergi, bahan beracun dan penyakit yang mendasarinya mungkin juga berperan.
Bersihkan kelopak mata dengan kain basah yang bersih beberapa kali sehari. Gunakan salep mata antibiotik di dalam kelopak mata empat kali sehari. Jangan biarkan anak dengan mata merah muda bermain atau tidur dengan orang lain. Jika dia tidak tidak sembuh dalam beberapa hari, hubungi dokter atau petugas kesehatan.
Hindari menyentuh daerah mata, dan cucilah tangan anda sesering mungkin, terutama setelah menggunakan obat-obatan untuk area tersebut. Jangan pernah berbagi handuk atau saputangan, dan buanglah tisu-tisu segera setelah digunakan. Ganti seprai dan handuk setiap hari. Gunakan pembasmi hama pada semua permukaan, termasuk permukaan konter, bak cuci dan tombol pintu. Buanglah semua alat rias yang digunakan saat terinfeksi.

17. Pilek dan Flu
Flu biasa, dengan hidung meler, demam ringan, batuk, sering sakit tenggorokan, dan kadang-kadang diare adalah sering tapi bukan masalah serius pada anak. Berikan banyak cairan pada anak. Biarkan anak banyak istirahat atau tidur. Berikan makanan bergizi dan buah-buahan agar anak-anak terhindar pilek dan cepat sembuh.
Jika seorang anak yang menderita flu menjadi sangat sakit, demam tinggi, pernapasan cepat, mungkin si anak menderita pneumonia, segera hubungi dokter.


18 Sakit Telinga dan Infeksi Telinga
Infeksi telinga adalah umum pada anak-anak kecil. Demam akan meningkat, dan anak sering menangis atau menggosok bagian samping kepalanya. Kadang-kadang nanah bisa dilihat di telinga. Pada anak-anak kecil infeksi telinga kadang-kadang dapat menyebabkan muntah atau diare. Jadi, ketika seorang anak mengalami diare dan demam pastikan untuk memeriksa telinganya. Adapun beberapa pengobatan yang dapat dilakukan sebagai berikut.
1)     Adalah penting untuk mengobati infeksi telinga segera mungkin. Berikan antibiotik penisilin seperti atau kotrimoksazol. Pada anak-anak di bawah 3 tahun, ampisilin sering bekerja lebih baik. Berikan acetaminophen untuk meredakan rasa sakit. Aspirin juga bekerja tetapi tidak aman bagi anak-anak.
2)     Bersihkan nanah yang keluar dari telinga dengan kapas secara hati-hati.
3)     Anak-anak yang menderita telinga bernanah harus mandi secara teratur, hindarkan berenang atau menyelam minimal dua minggu setelah kesembuhannya. Untuk mencegah infeksi pada telinga, bersihkan telinga anak secara rutin dan hati-hati.

B.     UPAYA PEMELIHARAAN KESEHATAN ANAK USIA DINI
Kesehatan merupakan salah satu hal penting dalam menjalani kehidupan sebab kondisi kesehatan dapat mempengaruhi kualitas seseorang dalam menjalani hidup. Kondisi kesehatan yang kurang baik akan memberi banyak dampak pada kelancaran aktivitas seseorang, rasa tidak nyaman akan menjadi salah satu sebab seseorang tidak dapat menjalankan kegiatannya.
Pada masa usia dini, anak akan sangat mudah terserang virus dan penyakit sebab belum memiliki daya tahan tubuh yang baik. Anak-anak akan mengalami rasa tidak nyaman lebih besar ketimbang orang dewasa ketika sedang mengalami gangguan kesehatan. Rasa tidak nyaman akan mengganggu aktivitasnya bahkan dapat menimbulkan penyakit baru bagi anak. Oleh sebab itu, kondisi kesehatan anak sangat penting dijaga baik oleh orang tua di rumah ataupun oleh guru di sekolah. Orang-orang yang bertanggung jawab pada anak harus mampu menjaga kesehatan anak di manapun berada.
a.      Upaya pemeliharaan kesehatan anak usia dini di rumah

1)  Membiasakan anak untuk mencuci tangan,
Tingkatkan kebersihan tangan dengan membiasakan mencuci tangan anak padasetiap  kesempatan yaitu saat mandi, sebelum sarapan, sebelum makan siang, sebelum makan malam dan setelah menggunakan toilet setelah main di luar, dll. Hal ini akan membantu mencegah penyebaran kuman.
2)  Membiasakan hidup  bersih pada anak,
Biasakan anak untuk Mandi minimal satu hari sekali dengan sabun. Gunakan sabun untuk menghilangkan kotoran dan kuman yang menyebabkan bau badan, biang keringat dan lecet diluar serta flu dan pilek di dalam. Selain itu bersihkan telinga menggunakan cotton bad minimal satu minggu sekali, Rambut dikeramas 2-3 kali seminggu dan disisir rapih, Gosok gigi 2-3 kali sehari yaitu setiap habis makan dan sebelum tidur, Kuku digunting pendek dan bersih, agar tak melukai kulit dan menjadi sumber Penyakit, Kaki harus dirawat dengan baik dan teratur dan pakai sepatu yang cocok ukurannya selain itu Kaos kaki harus sering diganti/dicuci, Pakaian harus diganti setiap habis mandi dengan pakaian yang sudah dicuci bersih dengan sabun detergen, dijemur dibawah matahari dan disetrika.
3)  Berikan makanan yang baik,
Memakan buah dan sayuran adalah penting untuk mencapai gaya hidup sehat. Buah dan sayur dapat membantu melawan infeksi dan menggantikan cairan yang hilang. Selain itu kadang anak merasa bosan bila menu bikinan bunda di rumah bentuknya itu-itu aja. Tak heran anak memilih membeli jajanan. Jadi daya kreatifitas bunda di tuntut untuk ekstra keras, yakni untuk membuat makanan-makanan unik untuk menarik perhatiannya. Sehingga anak dapat memakan makanan yang baik dan bergizi tinggi.  
4)   Memperbanyak minum  cairan sehat,
Minum banyak air. Ganti minuman manis yang berwarna dengan teh herbal untuk tetap terhidrasi. Atau biasakan anak untuk membawa minum dari rumah karena seringkali anak tergoda membeli minuman disekolah terutama minuman sejenis sirup, atau minuman bersoda yang diberi zat pewarna, warnanya yang mencolok membuat anak tergiur. Berilah ia pengertian bahwa minuman seperti itu tidak sehat dan bisa membuatnya sakit. Karena itu, siapkan bekal sebotol minuman air mineral di dalam tasnya. Bila anak suka air sirup, katakan agar ia meminumnya di rumah sepulang sekolah. Membawakannya air sirup sebaiknya dihindari untuk mencegahnya kebanyakan mengosumsi gula.  
5)  Batasi memberikan uang saku,
Dengan memberikan uang saku yang berlebihan, akan mendorong anak untuk konsumtif mereka akan merasa memiliki kemampuan untuk membeli apapun yang diinginkan, meskipun berbahaya bagi kesehatannya. Karena itu sebaiknya batasi uang saku, agar ia membeli hanya sesuai kebutuhannya saja.   
6)  Menjelaskan bahaya jajan sembarang,                    
Anak jaman sekarang sering kali tidak bisa menerima begitu saja larangan yang diberikan orang tuanya. Karena itulah perlu memberikan penjelasan yang bisa dimengerti mereka mengapa dilarang membeli jajanan atau makanan sembarangan. Penjelasan sederhana, sebaiknya juga di beri gambaran atau contoh kongkrit, seperti banyaknya berita tv anak mengalami diare, maka anak akan memahami dan akhirnya mau menghindarinya.
7)  Membawa anak ke Posyandu
Kesehatan anak dapat terpantau dengan membawanya ke pelayanan kesehatan, dengan membawa anak kepelayanan kesehatan, apapun yang terjadi pada anak akan terpantau baik itu dalam hal status gizi, dan keperluan vaksin bahkan keperluan keperluan lainnya.
8)  Berikan vitamin secukupnya,
Aktivitas anak yang padat seringkali membuat daya tahan tubuhnya menurun. Apalagi setelah situ sangat penting memberikan tambahan vitamin untuk memperkuat stamina tubuhnya.      
9)  Biasakan anak untuk tidur yang cukup setiap hari,
Kurang tidur dapat membuat anak  rentan terhadap infeksi. Cobalah untuk membiasakan anak  tidur paling tidak 8 jam setiap malam, dan mandi dengan air panas sebelum tidur untuk menghilangkan stres dan kuman.
10)    Batasi waktu bermain,
Tetapkan batas waktu yang wajar untuk bermain di luar rumah pada musim penghujan untuk mencegah hipotermia. Mintalah anak-anak untuk kembali secara periodik pada waktu tertentu untuk sekedar beristirahat atau menghangatkan badan Perlengkapan anak, Jika musim hujan lebih baik saat mengantar anak anak ke sekolah dengan perlengkapan hujan yang tepat. Memiliki payung, jas hujan, dan sepatu bot hujan adalah suatu keharusan bagi anak-anak anda selama hari-hari hujan untuk melindungi mereka dari hujan dan genangan air hujan yang mengalir di jalan-jalan.


CARA MENJAGA KESEHATAN ANAK
Kesehatan pada anak merupakan hal terpenting yang harus dipelihara dan dijaga oleh orang-orang disekitarnya, terutama  orang tua.  Menurut hasil penelitian Bellock & Breslow (Eckholm : 1981) untuk menjaga kesehatan anak hal-hal yang perlu dilakukan adalah 7 kebiasaan dibawah ini, yaitu :
1.      Tidur 7-8 jam sehari.
Tidur 7-8 jam sehari sangat baik bagi anak, karena bila tidur mereka nyenyak dan teratur maka kesehatan dan kondisi tubuh akan stabil, dan sehat.
2.      Makan 3 x sehari, terutama makan makanan yang bergizi dan memenuhi 4 sehat 5 sempurna.
3.      Mempertahankan berat tubuh yang dikehendaki.
Supaya anak tidak mengalami obesitas, dan agar mereka dapat lincah bergerak sesuai dengan aktifitas yang diinginkannya.
4.      Tidak mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
Selain dapat merusak kerja otak, mengkonsumsi minuman beralkohol juga dapat merusak organ dalam tubuh manusia.
5.      Melakukan latihan jasmani/olahraga secara teratur.
Dengan melakukan olahraga secara teratur, maka tubuh anak akan sehat.
6.      Tidak merokok
Rokok data menyebabkan berbagai macam penyakit, misalnya : kanker, sakit jantung dan sebagainya.
7.      Istirahat cukup
Dengan beristirahat dengan cukup, maka anak tidak akan cepat merasa capai selain itu mereka juga akan terlihat segar dan bugar. Apabila ketujuh kebiasaan ini dijalankan dengan baik, maka kesehatan anak akan terjaga. Dan utuk anak usia dini, kebiasaan diatas sangat baik diterapkan bagi mereka, kecuali nomor 4 dan 6. Namun, selain ketujuh hal diatas anak juga memerlukan bermain dan berekreasi yang cukup sehingga anak akan tumbuh sehat.




BAB III
PENUTUP

     A.  Simpulan
Kesehatan merupakan bagian penting pada manusia dalam menjalani kehidupan, sebab kondisi kesehatan akan mempengaruhi kualitas seseorang. Kesehatan yang kurang baik dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada seseorang, terutama pada anak usia dini yang masih sangat rentan terserang virus.
Penyakit yang menyerang kesehatan dapat datang kapan saja pada seseorang bila stamina atau imunnya sedang lemah..
Kesehatan yang tidak dijaga dan dibiarkan terus-menerus dapat menyebabkan kematian. Namun kondisi kesehatan dapat dijaga, ada banyak sekali cara menjaga kesehatan, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan, imunisasi, mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, dan mencukupi kebutuhan gizi. Kesehatan tidak hanya perlu dijaga bila anak ada di rumah, namun di manapun anak berada, sebab virus dan bakteri penyakit ada di mana saja.

     B.  Saran
Berdasarkan ilmu yang telah diketahui, maka orang tua dan guru dapat menjaga anak dengan baik dan menghasilkan anak yang berkualitas.
Dalam hal ini, menjaga kesehatan bukan hal yang mudah sebab virus dan bakteri dapat berkembang di mana saja, oleh sebab itu gangguan-gangguan kesehatan anak usia dini dapat diatasi dengan pola hidup sehat dan pemeliharaan kesehatan seperti menjaga kebersihan, imunisasi, gizi yang cukup, dan sebagainya perlu diperhatikan.









DAFTAR PUSTAKA

Ardiani, Yogi. (2013). Perkembangan dan Pemeliharaan Kesehatan AUD. [Online]. Tersedia: http://edukasi.kompasiana.com/2013/06/06/perkembangan-dan-pemeliharaan-kesehatan-aud-566538.html.
Halim, Andreas. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Sulita Jaya.
Multahzam, Ahmad. (2012). Kesehatan dan Gizi. .[Online]. Tersedia: http://multazam-einstein.blogspot.com/2012/12/makalah-kesehatan-dan-gizi.html.







Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembina Sentra BTPN Syariah

Konsep penilaian AUD

Multikulturalisme dan kearifan universal